Pelajaran 3 dari 8
Metafisika Cahaya: Nur al-Anwar
Inti Isyraqiyah adalah bahwa realitas terdiri dari cahaya (nur) dan kegelapan (zhulmah). Cahaya adalah sesuatu yang tampak dengan sendirinya dan menampakkan yang lain; ia tidak perlu didefinisikan karena paling jelas.
Puncaknya adalah Nur al-Anwar, Cahaya segala cahaya, yang identik dengan Tuhan. Darinya memancar cahaya-cahaya lain dengan intensitas yang semakin lemah. Perbedaan antar-cahaya bukan perbedaan jenis, melainkan perbedaan tingkat (tasykik) kesempurnaan.
Cahaya dibagi menjadi cahaya murni-mandiri (nur mujarrad), cahaya aksidental (nur 'aridh) seperti cahaya bintang, substansi gelap (barzakh/jism), dan bentuk gelap (hai'ah zhulmaniyah).
Klik untuk melihat tiap kategori. Semakin ke bawah semakin redup.
Nur al-Anwar
Cahaya mutlak, tidak bergantung pada apa pun, sumber seluruh cahaya. Identik dengan Tuhan.
Uji Pemahaman
1. Mengapa cahaya tidak perlu didefinisikan?
2. Perbedaan antar-cahaya bersifat…