☀ Hikmah Isyraq

Pelajaran 3 dari 8

Metafisika Cahaya: Nur al-Anwar

Inti Isyraqiyah adalah bahwa realitas terdiri dari cahaya (nur) dan kegelapan (zhulmah). Cahaya adalah sesuatu yang tampak dengan sendirinya dan menampakkan yang lain; ia tidak perlu didefinisikan karena paling jelas.

Puncaknya adalah Nur al-Anwar, Cahaya segala cahaya, yang identik dengan Tuhan. Darinya memancar cahaya-cahaya lain dengan intensitas yang semakin lemah. Perbedaan antar-cahaya bukan perbedaan jenis, melainkan perbedaan tingkat (tasykik) kesempurnaan.

Cahaya dibagi menjadi cahaya murni-mandiri (nur mujarrad), cahaya aksidental (nur 'aridh) seperti cahaya bintang, substansi gelap (barzakh/jism), dan bentuk gelap (hai'ah zhulmaniyah).

Klasifikasi Realitas

Klik untuk melihat tiap kategori. Semakin ke bawah semakin redup.

memancarmenyinariNur al-AnwarCahaya segala cahayaCahayanurKegelapanzhulmahCahaya Murninur mujarradCahaya Aksidentalnur 'aridhBarzakhjism / bendaBentuk Gelaphai'ah zhulmaniyah
Terpilih

Nur al-Anwar

Cahaya segala cahaya

Cahaya mutlak, tidak bergantung pada apa pun, sumber seluruh cahaya. Identik dengan Tuhan.

Uji Pemahaman

1. Mengapa cahaya tidak perlu didefinisikan?

2. Perbedaan antar-cahaya bersifat…